1. Periode Rintisan
Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat.
1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.
Periode rintisan telematika ini merupakan masa di mana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar Jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut.
Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society — Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti “JUNK/Batavia“. Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR.
Jaringan internet tersebut, terhubungkan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawat transceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan komputer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar.
2. Periode Pengenalan
Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersial pertama, yaitu INDOnet.
Dua tahun keterbukaan informasi ini, salah satu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.
Teknologi telematika, seperti komputer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.
Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Di saat keterbukaan yang diusung gerakan moral reformasi, stasiun televisi yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental komputer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).
Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkan suatu keputusan terkait perkembangan telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara-cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailing list internet terbesar di Indonesia.
3. Periode Aplikasi
Awal era Millenium inilah, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika, diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi komputer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada kafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor selular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.
Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.
Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi di berbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.
Peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, dapat terealisir. Di lain pihak, segi individualis dan a-sosial amat mungkin akan banyak menggejala di masyarakat. Walaupun demikian, masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat tertentu dan faktor yang sama dapat berdampak lain pada lingkungan yang berbeda.
Penelitian lebih lanjut menemukan bahwa suara tinggi pada wanita juga berhubungan dengan kadar estrogen dalam tubuh mereka. Mungkin inilah yang mengaitkannya dengan kesehatan dan fertilitas atau kesuburan mereka. Perempuan heteroseksual yang menarik, baik pada mereka yang memiliki postur tubuh bak jam pasir maupun kecantikan di wajah mereka, umumnya menunjukan ketertarikan yang khas pada pria dengan wajah yang maskulin. Seperti pria denga rahang yang tegas atau alis yang lebih tebal. Cirri-ciri ini juga mengacu pada kesehatan pria. Sebab tanpa sadar perempuan berharap punya keturunan potensial yang sehat.
Nah, penelitian terakhir menunjukkan bahwa pria dengan suara dalam cenderung punya anak lebih banyak. Ini menyimpulkan bahwa mungkin perempuan dengan suara sopan memilih pria yang lebih macho, dengan suara yang dalam, karena intinya adalah perjodahan antara yang paling feminim dengan yang paling maskulin. “selama bertahun-tahun, para filsuf menyimpulkan bahwa tak mungkin memahami kecantikan dan ketertarikan, terutama karena kecantikan itu bergantung pada mata yang melihatnya”, kata jones. “ penelitian kami menunjukkan, walaupun benar bahwa tiap orang punya pandangan yang berbeda tentang apa yang mereka anggap menarik, ada beberapa hal tentang selera yang berlaku secara umum, dipahami bahkan bisa diprediksi.”
Untuk menguji ide mereka, jones dan para koleganya mula-mula mengukur suara 113 mahasiswi. Lalu peneliti memperdengarkan berbagai suara pria pada para mahasiswi itu yang berkata tentang”saya sangat menyukaimu” atau “saya sangat tak menyukaimu”. Para mahasiswi ini dimintai komentarnya tentang seberapa menarik suara pria yang mereka dengar itu. Padahal suara pria yang mereka dengar sebenarnya adalah satu suara yang dimodifikasi menjadi beragam :lebih tinggi, lebih feminim, lebih maskulin. Para mahasiswi peserta penelitian ini lebih banyak memilih suara bernada rendah dan bukan sekedar apa yang mereka katakana. Sebagai tambahan, 20 perempuan dengan suara bernada paling tinggi 20 persen lebih cenderung memilih pria bersuara maskulin di banding 20 perempuan bersuara terendah. “ temuan ini menyimpulkan bahwa perempuan memiliki daya tarik tersendiri yang mempengaruhi pemilihan mereka akan kemaskulinan pria yang tergambar dalam suara pria”, kata jones. “ efek seperti itu dalam penelitian kami secara sederhana merefleksikan temuan orang dalam pasar jodoh, dan menjadi hal yang diperhitungkan ketika menilai orang lain.”
Penelitian ini sedikitnya juga bisa menjelaskan betapa kita sering kali langsung menilai daya tarik seseorang yang belum pernah kita jumpai, atau sebaliknya, merasa tak perlu pertimbangan untuk menjalin hubungan dengannya sekalipun, “kesadaran akan pasar nilai tampaknya menjadi pertimbangan dalam situasi ketika kita tak membutuhkannya.” Akan menarik jika penelitian lebih lanjut akan menggali lagi apakah para perempuan dengan jenis suara yang lebih tinggi pada akhirnya akan berhasil menjalin hubungan dengan pria yang bersuara rendah. “ saya juga tertarik, suatu saat bisa meneliti hubungan penampilan dan karakteristik vokal dengan video untuk melihat bagaimanaa orang mengkombinasikan antara pengamatan visual dan auditori saat menilai daya tarik seseorang,” kata jones dalam jurnal Behavioral Ecology.
Sumber:koran Tempo
Pelajaran yang membicarakan metode-metode ilmiah mengenai penelitian disebut metode penelitian atau research methodology.
Permasalahan penelitian
Ada dua metode untuk menemukan masalah
penelitian:
1. Pendekatan Formal
a. Metode Analog (Analog Method)
Metode ini menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari hasil penelitian pada bidang tertentu untuk menemukan masalah penelitian pada bidang lain yang terkait.
b. Metode Renovasi (Renovation Method)
Masalah penelitian ditentukan dengan cara memperbaiki atau mengganti komponen teori atau metode yang kurang relevan dengan komponen teori atau metode lain yang lebih efektif .
c. Metode Dialektis (Dialectic Method)
Metode ini menemukan masalah dengan mengajukan usulan pengembangan terhadap teori atau metode yang telah ada.
d. Metode Morfologi (Morphology Method)
Metode untuk menemukan masalah dengan menganalisis berbagai kemungkinan kombinasi bidang masalah penelitian yang saling berhubungan dalam bentuk matrik.
e. Metode Dekomposisi (Decomposition Method)
Menemukan masalah dengan cara membagi masalah ke dalam elemen-elemen yang lebih spesifik.
f. Metode Agregasi (Aggregation Method)
Menemukan masalah dengan menggunakan hasil penelitian atau teori dari berbagai bidang penelitian yang berbeda.
2. Pendekatan Informal
a. Metode perkiraan (Conjecture Method)
Masalah penelitian berdasarkan intuisi pembuat keputusan mengenai situasi tertentu yang diperkirakan mempunyai potensi masalah
b. Metode Fenomenologi (Phenomenology Method)
Menemukan masalah berdasarkan hasil observasi terhadap fakta atau kejadian
c. Metode Konsensus (Consensus Method)
Masalah penelitian berdasarkan adanya konsensus atau konvensi dalam praktik bisnis
d. Metode Pengalaman (Experiences Method)
Masalah penelitian berdasarkan pengalaman perusahaan atau orang-orang dalam perusahaan
Penelitian Ilmiah dpt dibedakan menjadi:
1. Penelitian Kualitatif
adalah penelitian yang berguna untuk memperoleh penemuan-penemuan yang tidak terduga sebelumnya dan membangun kerangka teoritis baru. Penelitian kualitatif biasanya mengejar data verbal yang lebih mewakili fenomena dan bukan angka-angka yang penuh prosentaase dan merata yang kurang mewakili keseluruhan fenomena. Dari penelaitian kualitatif tersebut, data yang diperoleh dari lapangan biasanya tidak terstruktur dan relative banyak, sehingga memungkinkan peneliti untuk menata, mengkritis, dan mengklasifikasikan yanglebih menarik melalui penelitian kualitatif.
2. Penelitian Kuantitatif
Dalam penelitian kuantitatif diyakini, bahwa satu-satunya pengetahuan (knowledge) yang valid adalah ilmu pengetahuan (science), yaitu pengetahuan yang berawal dan didasarkan pada pengalaman (experience) yang tertangkap lewat pancaindera untuk kemudian diolah oleh nalar (reason).
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah
1. Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda
2. Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variabel atau lebih.
3. Rumusan masalah hendaknya dinyatakan dalam kalimat tanya
adalah penalaran yang mengambil contoh-contoh khusus yang khas untuk kemudian diambil kesimpulan yang lebih umum. penalaran ini memudahkan untuk memetakan suatu masalah sehingga dapat dipakai dalam masalah lain yang serupa.
ciri-ciri induktif:
1. Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
2. Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
3. Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
4. Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
5. Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
6. Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
7. Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa- peristiwa khusus
8. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Beberapa bentuk penalaran induktif adalah sebagai berikut:
Generalisasi
adalah proses penalaran yang mengandalkan beberapa pernyataan yang mempunyai sifat tertentu untuk mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Analogi
adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
Term
Adalah suatu ungkapan lahiriah dari pengertian yang terdiri dari satu kata atau lebih. term juga dapat didefinisikan sebagai bagian dari proposisi dan berfungsi sebagai term subjek atau predikat.
Silogisme
Adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
Silogisme Kategorial
Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi,yaitu:
Premis umum : Premis Mayor (My)
Premis khusus :Premis Minor (Mn)
Premis simpulan : Premis Kesimpulan (K)
Silogisme Hipotesis
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang
berproposisi bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor
berupa premis minor membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan meaitu bila premis minorn membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain
Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Hukum-hukum Silogisme
Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:
Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga
Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan
Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.
Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.
Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi
Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.
Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.
Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.
1. Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2. Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3. Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4. Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5. Tahap Penulisan
6. Tahap Penyuntingan
Hal penting dalam penulisan ilmiah:
1. Gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
2. Teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang dipergunakan dalam penulisan
3. Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4. Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
5. Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
6. Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
7. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
8. Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.
Unsur metode ilmiah :
Karakterisasi
Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi.proses ini dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan observasi; observasi yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat.
Prediksi dari hipotesis
Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi.
Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau observasi suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas.
Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis.
Jika prediksi tersebut tidak dapat diobservasi, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.
Eksperimen
Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut.
adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Karangan ilmiah adalah karangan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan melalui bahasa tulis yang formal dengan sistematis-methodis. Karangan ilmiah bersifat sistematis dan tidak emosional. Dalam karya ilmiah disajikan kebenaran fakta.
Ciri-ciri karya ilmiah menurut Alamsyah (2008 : 99) adalah sebagai berikut :
(1) merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif ). Artinya, faktanya sesuai dengan yang diteliti,
(2) bersifat methodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode tertentu dengan langkah langkah yang teratur dan terkontrol secara tertip dan rapi,
(3) Tulisan ilmiah menggunakan laras ilmiah. Artinya, laras bahasa ilmiah harus baku dan formal. Selain itu laras ilmiah harus lugas agar tidak ambigu (ganda).
Jenis-jenis Karya Ilmiah
Makalah
adalah karya ilmiah yang membahas suatu pokok persoalan, sebagai hasil penelitian atau sebagai hasil kajian yang disampaikan dalam suatu pertemuan ilmiah (seminar) atau yang berkenaan dengan tugas-tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen yang harus diselesaikan secara tertulis oleh mahasiswa.
Skripsi
adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
Tesis
adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat program Strata Dua (S2), yang diajukan untuk dinilai oleh tim penguji guna memperoleh gelar Magister. Pembahasan dalam tesis mencoba mengungkapkan persoalan ilmiah tertentu dan memecahkannya secara analisis kristis.
Disertasi
adalah karya ilmiah yang ditulis dalam rangka penyelesaian studi pada tingkat Strata Tiga (S3) yang dipertahankan di depan sidang ujian promosi untuk memperoleh gelar Doktor (Dr.). Pembahasan dalam disertasi harus analitis kritis, dan merupakan upaya pendalaman dan pengembangan ilmu pengetahuan yang ditekuni oleh mahasiswa yang bersangkutan, dengan menggunakan pendekatan multidisipliner yang dapat memberikan suatu kesimpulan yang berimplikasi filosofis dan mencakup beberapa bidang ilmiah.
Artikel
adalah tulisan yang berisi pendapat, sikap, atau pendirian subjektif mengenai masalah yang sedang dibahas disertai dengan alasan dan bukti yang mendukung pendapatnya.
Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya
Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah
Opini
adalah sebuah kepercayaan yang bukan berdasarkan pada keyakinan yang mutlak atau pengetahuan sahih, namun pada sesuatu yang nampaknya benar, valid atau mungkin yang ada dalam pikiran seseorang/apa yang dipikirkan seseorang/penilaian.
Tujuan dan Kegunaan
penulisan karya ilmiah bertujuan:
Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara STAIN dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Kesalahan yang sering Terjadi
Beberapa bentuk kesalahan yang sering dijumpai dalam tulisan antara lain:
Salah mengerti audience atau pembaca tulisannya.
Salah dalam menyusun struktur pelaporan.
Salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat).
Salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan, penggunaan Bahasa Indonesia (akan dibahas secara khusus) yang belum baik dan benar.
Tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri).
Tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-ubah).
Isi yang terlalu singkat karena dibuat dengan menggunakan point-form seperti materi presentasi.
Isi justru terlalu panjang dengan pengantar introduction yang berlebihan.
Sikap Ilmiah
Ada 7 sikap ilmiah yaitu :
1. sikap ingin tahu
2. sikap kritis
3. sikap terbuka
4. sikap objektif
5. sikap menghargai karya orang lain
6. sikap berani mempertahankan kebenaran, dan
7. sikap menjangkau ke depan.
Rasa ketidakpedulian inilah yang menjadi salah satu sumber utama kemunduran negeri ini. Para masyarakat yang berada di tingkatan kelas yang lebih tinggi tidak peduli dengan beratnya kehidupan masyarakat yang hidup di tingkatan kelas paling bawah. Sehingga mereka tak peduli apakah tindakan mereka untuk memperkaya diri sendiri itu merugikan orang lain atau tidak. Contohnya korupsi yang merajalela di negeri ini. Para koruptor dan keluarga koruptor tersebut tidak akan berpikir dua kali sebelum mengambil hak-hak orang banyak hanya untuk kepentingannya sendiri. Mereka tak peduli apakah anggaran yang mereka potong untuk dirinya sendiri itu membuat bangsa ini sengsara atau tidak. Begitu kerasnya kehidupan di negeri ini sehingga membuat mereka begitu berani merampas hak-hak yang seharusnya tidak mereka miliki.
Ironisnya korupsi di Indonesia ini begitu mendarah daging dan menjadi hal yang tak lazim lagi sehingga membuat telinga orang-orang itu begitu terbiasa dengan kata-kata korupsi. Begitu terbiasanya hingga korupsi itu seperti sudah membudaya dibumi pertiwi ini. Kita lihat betapa lumrahnya hal-hal seperti korupsi itu hingga tanpa sadar dapat kita lakukanmeski dalam sekala kecil. Seperti halnya seorang anak yang meminta uang untuk membeli buku kepada ayahnya. Lalu kektika ia sudah mendaptkan uang seharga buku tersebut dari ayahnya ia pun membeli buku tersebut. Namun ketika ia membayar di kasir, ternyata buku tersebut mendapat potongan 5%. Namun karena ia pikir 5% itu sedikit, ia pun tidak melaporkan kepada ayahnya dan akhirnya uang potongan 5% itu pun masuk ke dalam sakuanya.
Begitulah seterusnya awal dari korupsi besar itu dimulai hiangga seolah-olah menjadi budaya. Dari hal terkecil yang tidak kita sadari hingga hal besar yang kita sadari namun tetap dilakukan. Kurangnya hukumuan yang mampu membuat efek jera bagi para terdakwa kasus korupsi menjadi salah satu aspek mengapa seseorang tidak takut untuk melakukan korupsi. Meski sebenarnya moral dan kekuatan agama lah yang akan membentengi seseorang dari kehidupan tanpa korupsi. Sehingga ketika seorang koruptor sudah menjadi ayah dan memiliki anak, anaknya akanmeniru apa yang dicontohkan ayahnya sampai akhirnya korupsi di Indonesia ini menjadi budaya yang timbul akibat hal-hal yang dilakukan secara terus menerus dan dianggap hal yang lumrah.
Hari itu begitu cerah ketika habibi hendak bergegas menuju sekolah yang sudah genap dua tahun ia tempati. Matahari pun begitu benderang memancarkan sinar kehidupan untuk penghuni permukaan bumi meski ia pun masih malu-malu muncul di ufuk timur. Tak berapa lama ia pun berpamitan kepada kedua orang tuanya seraya mengucapkan salam. Lalu pegi bergegas menuju motor kesayangannya yang selalu setia menemani ia ke sekolah.
“hmm,,ini hari yang baik, dan semoga saja berdampak baik untukku”, gumamnya di tengah perjalanan menuju sekolah.
Dua puluh menit berselang ia pun tiba di sekolah. SMU Negeri yang sejak SLTP tidak pernah dia duga akan menjadi tempatnya menimba ilmu setelah lulus dari SLTP swasta. Memang banyak yang berbeda dari kehidupan para penghuni sekolah ini dari pada SLTP swasta yang ia huni sebelumnya. Tampak kehidupan gelamour berhias keborjuisan yang ia rasakan ketika genap sebulan ia duduk di bangku SMA Negeri tersebut. Memang tidak aneh, sebab para siswa disini merupakan anak-anak dari keluarga yang hidup di atas garis kemiskinan.
Lalu sesegera mungkin ia memarkirkan motornya, dan pergi menuju ruang kelasnya. Sesampainya di kelas ia dapati Susana yang sudah tak asing lagi. Canda tawa teman-teman menghiasi warna kelas tersebut. Namun tak hinggap pada seorang laki-laki berambut kribo dan bertubuh gempal yang sedang terengah-engah bertarung dengan waktu guna menyalin jawaban-jawaban soal aljabar.
“sedang marathon ,bung?”, canda habibi kepada temannya itu.
Dengan tangan yang masih berkonsentrasi pada rumus-rumus aljabar pria tersebut pun balik menatap habibi, ”eh kamu bee, gimana mau gabung marathon ma gue pa cuma mau kasih semangat gue ja nh?”
“haha, makasih deh prol. Gue sh udah beres. Sekarang Cuma mau liatin kamu ja sambil berharap guru jam pertama bakal terlambat karena dua menit lagi bel berdering.”
“ ah, sial kau! Bikin gue panik aja”, sambil terus meneruskan tulisannya yang tampak lebih semrawut lagi.
Tak lama bel berbunyi, guru pun tiba di ruang kelas. Namun itu tak membuat semangat saprol untuk terus mengerjakan tugasnya. Habibi pun tersenyum melihat tingkah temannya itu.
Lalu pelajaran pun dimulai. Dan habibi bersama teman-teman sekelasnya pun bersiap-siap untuk mencerna ilmu yang di berikan gurunnya.
***
Hari pun begitu cepat berlalu. Tak terasa sudah pukul setengah dua siang dan itu pertanda bahwa kegiatan sekolah hari ini akan segera berakhir.
Setelah guru pelajaran terakhir meninggalkan kelas, Ia pun kini bergegas merapihkan alat-alat tulis yang berserakan di mejanya sambil sesekali melempar candaan pada teman-temannya di kelas. Lalu ia kembali ke parkiran menemui motor kesayangannya dan meninggalkan sekolah menuju rumah.
Sesampainya di rumah ia pun terkejut melihat empat pasang sepatu yang berserakan di teras rumahnya. Namun ia mengenali pemilik salah satu sepatu tersebut. Sepatu kets berwarna hitam dengan di hiasi beragam gambar tengkorak di sana-sini.
“Oo,ternyata ada tamu tidak di undang datang”, candanya dalam hati.
“Assalammualaikum..”, ujarnya dengan senyuman dan tatapan ramah pada orang-orang di dalam ruang tamu yang tak lain adalah pemilik sepatu-sepatu yang berserakan di teras rumahnya.
“wa alaikumsalam warohmatullahi wabarakatu”, balas mereka dengan lengkap layaknya sedang hadir dalam majelis pengajian.
Lalu seorang wanita yang sudah tak asing lagi menghampirinya dengan senyuman ramahnya sehingga membuat ia terpaksa membalasnya dengan sapaan.
“eh, kamu Cha. Udah lama di rumah? Kok ‘gak bilang-bilang mau kerumah?”
“ iya, maaf. Tadi Cha-cha pulang cepet. Terus temen-temen bingung mau kemana jadi Cha-cha ajak aja temen-temen kesini, ‘gak apa-apa kan? “
“Oo,gak apa-apa kok. Toh gue juga lagi gak sibuk ini”
Wanita itu adalah Annissa yang tak lain adalah kekasih habibi. Annisa adalah seorang wanita berparas cantik namun tak terlihat feminim. Lihat saja, sepatunya pun bercorak kan gambar tengkorak yang bertolak belakang dengan selera wanita-wanita lainnya. Ia adalah wanita yang dikenal habibi sejak Sekolah Menengah Pertama. Kecantikan dan ketomboyannya meluluhkan hati Habibi sejak pertama kali bertemu. Namun kini cinta Habibi sedang pudar terhadap Annisa. Ini di karena kan Annisa pernah menduakan Habibi dengan pria lain. Meski Habibi sudah memaafkan Annisa, namun tragedi kemanusiaan tersebut tak ayal membuat cinta habibi berkurang tiap harinya. Wajar, karena dalam prinsip Habibi ia amat menentang keras segala bentuk pengkhianatan.
“Ehm,,kenalin bee teman-teman Cha-cha. Ini Nurul, di sebelahnya Rina, dan yang di pojok itu Rozinah”
“iya,,salam kenal ya semua”, sapa Habibi dengan senyum ramahnya.
Lalu mereka pun bercanda gurau di ruang tamu yang tampak sederhana. Awalnya mungkin terasa menjenuhkan bagi Habibi. Karena kekasihnya itu datang tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Namun semua itu berubah setelah Habibi melihat seorang wanita yang begitu mempesona dirinya. Wanita yang memiliki mata indah, wanita yang memiliki rambut lurus yang terurai begitu sempurna, wanita yang memiliki senyum indah nan elok bagaikan pegunungan himalaya, wanita yang memiliki sahabat bernama Annisa.
“Apa?! Apa yang terjadi dengan diriku? Bagaimana bisa aku terjebak dalam pesona wanita itu? Dia adalah sahabat Annisa. Annisa yang tak lain adalah kekasih ku..”, gumam Habibi dalam hatinya dengan aroma kegundahan.
Sesekali Habibi menatap kekasihnya itu. Menatapnya dengan dalam. Rupanya ia ingin sekali mengalihkan perhatiannya pada kekasihnya itu. Ia tak mau terlampau jauh larut dalam lamunan indah pesona Rozinah. ia ingin sekali menjaga perasaan kekasihnya itu. Namun ternyata ia tak kuasa menahan perasaan itu. Matanya begitu sulit untuk tak menatap keceriaan Rozinah. Perasaan cinta pada Annisa yang sedang memudar itu kian membantu dirinya untuk terperosok jauh dalam kegundahan perasaan hatinya.
Sore pun menjelang seiring dengan alunan syahdu gema adzan Ashar. Namun perbincangan itu tampak seperti tanpa ujung. Mereka tengah asyik larut dalam canda tawa yang menghiasi ruang tamu tersebut sepanjang siang hari itu. Tapi ketika wajah matahari tampak condong 22 derajat arah barat, mereka pun berpamitan pulang. Sesekali tampak tatapan Habibi yang mencuri-curi untuk memandang wajah Rozinah seakan-akan tak rela untuk kehilangan pesona wajah nan ayu tersebut.
“bee,,Cha-cha pulang dulu ya. Nanti malam sms Cha-cha ya?”, celoteh Cha-cha yang seakan-akan begitu membutuhkan perhatian Habibi.
Namun habibi pun hanya menjawab dengan senyuman seraya berkata, “Hati-hati di jalan y!”
Lalu mereka pun meninggalkan rumah Habibi. Habibi hanya bisa menatap mereka dari kejauhan. Dan sore itu pun berakhir dengan perasaan Habibi yang masih memikirkan pesona Rozinah .
***
Beberapa hari kemudian Habibi mengunjungi rumah Annisa. Memang sudah sewajarnya ia bertamu kesana, karena dalam menjalin hubungan dengan seseorang kita harus bersilaturahmi juga dengan keluarganya di rumah.
Siang itu memang terasa begitu sepi di rumah annisa. Hanya ada ibu nya yang sedang melakukan pekerjaan rumah tangga dan seorang adik perempuannya yang berumur kurang lebih 3,5 tahun. Tak ayal situasi tersebut pun membuat pertemuan tersebut menjadi membosankan. Sesekali mereka melepas canda tawa, namun terkadang mereka terdiam tanpa kata-kata seakan-akan menyadari hubungan yang telah mereka jalin itu telah di warnai dengan kejenuhan. Namun Annisa yang tampil ceria pada pertemuan itu tak kehabisan akal. Ia tidak mau menbuat Habibi kecewa sehingga ia mengajak Habibi pergi ke suatu tempat.
“Bee,,gimana kalau kita main ke rumahnya Rina? Daripada di sini melulu, kan bosan”, ajak dia dengan melemparkan senyuman yang menggoda Habibi untuk menyanggupinya.
“Rina teman kamu yang dulu kamu kenalin di rumah aku bkn?”
“Iya Rina yang itu. Kamu masih ingat kan? Cha-cha memang suka main ke rumahnya. Dia teman Cha-cha sejak kelas dua Bee”
“Haduh, kenapa tidak ke rumah Rozinah saja? Jadi gue kan bisa terpesona lagi mengagumi dirinya sambil sesekali bertanya tentang dirinya agar bisa mengenalnya lebih jauh lagi”, pikir Habibi dengan segudang halusinasi.
“hey, gimana? Di Tanya malah melamun lagi”, celoteh Cha-cha yang serta-merta merusak lamunan Habibi.
“Oia,,ayo kita berangkat. Pamit dulu ma mama ya”
Lalu setelah berpamitan mereka pun segera bergegas untuk pergi ke rumah Rina. Rumah nya memang jauh dari rumah Cha-cha, tapi tak mengapa dengan begitu mereka terlepas dari kejunahan dengan nuansa rumah yang itu-itu saja.
Setelah beberapa menit mereka tiba di sebuah rumah. Rumah yang cukup sderhana namun terlihat sedikit lebih mewah dari bangunan sekelilingnya. Di depan rumahnya terdapat rel kereta listrik yang masih aktif di lalui kereta setiap hari. Antara rel kererta dengan rumah itu hanya dibatasi dengan jalan umum yang hanya berlebar satu setengah meter saja. Dari luar rumah itu terkesan penuh dengan kehidupan yang begitu harmonis antar sesama penghuni keluarga.
Lalu dari kejauhan terlihat seorang wanita separuh baya yang tengah melempar senyum kepada Cha-cha. Lalu begitu mendekat serta merta wanita tersebut mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah dengan senyuman ramahnya. Seketika itu Habibi tersadar ternyata wanita itu adalah ibunya Rina. Ia pun langsung member salam untuk menghormati wanita tersebut.
Selang beberapa mwaktu Rina pun dating menghampiri seraya menyapa dengan penuh keramah-tamahan.
“Eh, kamu cha. Sama siapa? Habibi ya?”, sapa Rina dengan sedikit berbasa-basi.
“iya, sama Habibi. Masih ingat akn? Kita ganggu kamu ‘gak nh Rin?”
“Oo, ‘gak kok. Rina juga disini lagi santai-santai saja. Untung kalian maen ke rumah, jadi Rina ada temenya nih”
Sesaat kemudian mereka masuk ke dalam perbincangan yang begitu menarik. Canda tawa pun sesekali mewarnai aura ruang tamu tersebut. Namun dalam pertemuan tersebut ternyata Habibi dengan mudahnya langsung Akrab dengan Rina Layaknya sahabat lama yang kembali bertemu. Namun ternyata hal tersebut bukannya tidak di respon oleh Cha-cha. Ia pun mengkhwatirkan sesuatu yang buruk terjadi antara hubungannya dengan Habibi dan sahabatnya Rina. Namun ia terlihat tak begitu menampakkan kegundahan perasaanya itu di hadapan mereka berdua.
Lalu hari pun semakin sore. Sehingga Habibi dan Annisa pun segera beranjak untuk berpamitan pulang. Dan hari itu pun berakhir dengan kegundahan Cha-cha yang sepertinya menyesali inisiatifnya untuk mengajak Habibi ke rumah Rina.
***
Beberapa hari kemudian Habibi menerima pesan dari nomor yang tak di kenalinya. Isinya tak lain adalah kata-kata dari Rina yang menyuruhnya untuk menyimpan nomor ini. Habibi pun menurut dengan isi pesan tersebut. Ia pun berfikir mungkin ini lah saatnya untuk mengakhiri hubungan dengan Annisa yang sudah sekian lama cintanya pudar dan mungkin saat itu adalah saat dimana puncak perasaan itu akan pupus. Mungkin tak dapat di salahkan begitu saja tindakan Habibi. Terlepas dari perasaan dendam, mamang kejadian dimana Cha-cha menduakan cintanya itu begitu membekas. Hingga tak sadar menjadi bom waktu untuk Cha-cha. Sehingga ia memikirkan bagaimana skenario yang bagus untuk mengakhiri hubungannya.
Ia pun berfikr mungkin hal tersebut akan terlaksana dengan sempurna melalui bantuan Rina untuk merencanakan semua itu. Karena Rina adalah temannya yang sehari-hari sepanjang sekolah menemaninya. Sehingga dari situ Habibi dapat mengetahui apa saja yang di lakukan Cha-cha di sekolah.
Lalu hari-hari pun berlalu dengan tambah dekatnya hubungan Habibi dan Rina. Tak di duganya ternyata Rina begitu mendukung rencananya tersebut. Terkadang mereka bertemu langsung untuk membicarakan hal itu, sehingga beragam informasi pun begitu mudah di dapat Habibi. Dari memakai tas dan sepatu berwana apa saat cCa-cha sekolah, hingga kisah asmara Cha-cha yang tengah di dekati pria-pria di sekolahnya.
Lantas terlintas rencana untuk menjebak Cha-cha dengan pria yang tengah mendekatinya itu. skenario pun di rancang dengan adegan seolah-olah habibi memeregoki mereka yang tengah jalan berdua. Namun skenario besar itu tidak lah mudah di laksanakan karena Cha-cha begitu tak merespon baik pria-pria yang tengah mendekatinya itu. Tak ayal hal tersebut mebuat Habibi harus bertemu langsung denga Rina. Terkadang di tempat-tempat umum, terkadang pula langsung di rumah Rina. Alhasil hal tersebut membuat mereka terasa sering bertemu. Namun ternyata hal ini pun tercium oleh Annisa. Sehingga tambahlah kecurigaan terhada Rina semakin membesar adanya. Hingga membuat hubungan mereka tampak renggang.
Beberapa hari kemudian habibi sudah berada di rumah Rina lagi. Ketika hari sudah gelap. Habibi pun segera beranjak pulang dari rumah Rina yang sedari sore membahas skenario besar tersebut. Namun begitu terperanjatnya dia ketika sampai di depan pagar rumahnya di temui seorang wanita yang taka asing baginya. Seorang wanita yang begitu mempesona dirinya. Wanita yang memiliki mata indah, wanita yang memiliki rambut lurus yang terurai begitu sempurna, wanita yang memiliki senyum indah nan elok bagaikan pegunungan Himalaya itu yang tak lain adalah Rozinah.
Lalu denga senyuman yang ramah wanita itu mendekat dengan langkah pasti.
“hey, bee mau kemana? Udah mau pulang saja, baru saja Roz sampe”, sapanya dengan melemparkan canda.
“iya nih mau pulang saja. Habis sudah malam. Loh, kamu kok kesini? Memang ada acara apa samapai malam-malam seperti ini kamu ke rumah Rina?”, balas Habibi sambil menyalakan mesin motornya.
“Loh,Roz kan tinggal di sini bee. Memang Rina tidak cerita? Jadi Roz itu sepupuan dengan Rina. Kalau begitu hati-hati ya Habibi. Sampai ketemu lagi”, ujar rozinah
“oia, makasih”, jawab Habibi sambil melemparkan salam kepada Rozinah.
Di perjalanan Habibi masih bingung dengan kenyataan yang baru ia alaminya itu. ia masih tidak percaya kalau Rozinah wanita yang ia kagumi itu bersaudara denga Rina bahkan tinggal serumah. Padahal sepanjang perjalanan menyusun skenario itu ia sering bertandang ke rumah Rina. Namun tak pernah sekalipun ia bertemu dengan Rozinah. Rasa bingungnya bercampur rasa bahagia. Bahagia karena bertemu dengan wanita yang selama itu pun ia cari-cari keberadaanya, sekaligus bahagia karena pintu untuk mengenal wanita tersebut menjadi terbuka lebar.
***
Hari-hari setelah itu pun berlalu dengan Habibi yang tampak lebih akrab dengan Rozinah. sekarang ia jadi lebih mengalihkan perhatiannya terhadap wanita itu. Tak ayal situasi ini pun ternyata terbaca oleh Rina. Sehingga ia begitu cemburu melihat kedekatan Habibi denga Rozinah. dari situ lah tertangkap ternyata Rina pun memendam perasaan yang begitu mendalam trhadap habibi. Habibi pun mengetahuinya, sehingga tersadar olehnya ternyata hal itu lah yang memotivasi Rina membantu Habibi. Namun hal tersebut tak membuat Habibi berhenti merencanakan scenario besar itu. dan akhirnya scenario tersebut pun selesai dan siap di perankan.
Scenario itu di jalankan esok harinya setelah semua persiapan matang. Scenario tersebut harus berhasil membuat Annisa berjalan berduaan bersama pria yang tengah mendekatinya tersebut. Secepat mungkin Rina pun memberitahukan posisi mereka dan detil-detil pakaian apa saja yang mereka kenakan. Lalau Habibi pun segera bergerak menuju lokasi tersebut.
Sesampainya di sana ternyata benar saja ia tengah mendapati mereka tengah duduk berduaan di kursi taman pinggir jalan. Tampak berdekatan sekali sehingga terpikir oleh Habibi bahwa inilah memang saatnya scenario itu dilaksanakan. Lalu Habibi pun mendekati mereka dengan mengumpulkan emosi untuk mendukung keberhasilan scenario tersebut.
“Oo,,jadi seperti ini ya yang kamu lakuin di belakang aku? Pantas saja sedari tadi aku tidak bisa menghubungi kamu. Ternyata kamu tengah asyik berduaan dengan dia?”, sapa Habibi dengan nada garang.
Tampak wajah Annisa yang tengah kebingungan dengan semua yang terjadi sehingga membuatnya tak bisa berkata apa-apa.
“malam-malam begini bukannya langsung pulang malah main dulu. Sama cowok lagi”, sambar Habibi
Annisa pun angkat bicara seolah mencoba melawa rasa bingung itu, “ini ‘gak seperti yang kamu pikirin Habibi. Cha-cha sama dia gak ad hubungan apa-apa. Kita Cuma sedang duduk-duduk sambil mengistirahatkan kaki”
“Ah,,istirahat kan bisa di rumah. Bukan dengan duduk di punggir taman jalan kaya gini. Sama cowo lagi. Udah, kesabaran gue dah habis. Perjalanan cinta kita ini putus di sini seiring dengan pupusnya keprcayaan gue sama kamu. Mulai sekarang jangan hubungi gue lagi dan mencoba tuk jelasin semua ini. Karena semua ini sudah jelas di mata gue”, balas Habibi sambil cepat-cepat pergi meninggalkan Annisa.
Annisa pun tak kuasa menahan Habibi yang begitu cepat memberi keputusan dengan penuh emosi. Ia hanya bisa menitikkan air mata sambil meandangi Habibi yang kian lama kian jauh dan menghilang di telan kegelapan malam.
***
Rencana besar itu BERHASIL!! Scenario itu berjalan dengan sempurna bahkan dengan adegan di luar dugaan yang membuatnya tampak lebih nyata lagi. Meskipun perasaan hatinya yang begitu puas dengan keberhasilan scenario besar tersebut, namun Habibi pun merasa sedih juga.
“Ini bukan balas dendam! Tapi aku malah membuat ini untuk kebahagiaan dirinya. Aku tak ingin dia menjalin hubungan tanpa cinta dariku. Meski telah ku coba untuk mencintainya kembali, namun peristiwa ketika dia menduakan cintaku lebih mendominasi. Aku tak bisa melakukan hal lain. Ini sudah keputusan terbaik untukku dan untuknya”, elak Habibi untuk meyakini dirinya yang sedang bimbang dengan keputusan yang di buatnya.
Esok harinya Annisa mendatangi Rina. Rupanya ia sudah mencium adanya sekandal besar yang telah Habibi dan Rina lakukan. Namun ia tak bisa berbuta benyak, karena tak mampu membuktikan bahwa Rina memang terlibat. Tapi emosinya meluap-luap. Ia tak bisa mengendalikan perasaannya yang begitu membebani. Dengan suara lantang ia berbicara dengan Rina.
“hey, Rina. Ini semua kemauan kamu kan? Puas kamu dengan semua yang terjadi semalam antara aku dan Habibi?”, Tanya Annisa sambil menitikan air mata.
“Loh apa yang terjadi dengan kamu dan Habibi dan kamu Cha?”, elak Rina berpura-pura tak tahu.
“halah, jangan pura-pura tidak terlibat kau! Aku tau selama ini kamu selalu bertemu dengan Habibi. Entah apa yang kalian bicarakan, namun aku tau semua ini adalah rencana besar kamu juga. Kamu masih menaruh dendam kan pada ku?”, sambar lina dengan nada meyakinkan.
“dendam apa? Semua itu sudah aku lupakan. Sudahlah jangan di bahas masa lalu itu. aku tak mau mendengarnya lagi”, elak Rina yang seakan-akan ingin menyembunyikan perasaannya terhadap Habibi.
“jangan mengelak kau Rin. Aku tahu pasti ada sesuatu yang membuat kamu merasa yakin melakukan ini meski harus mengorabankan perasaan aku kan?”
Rina terdiam sejenak.
“Sejak pertama mengenalkan Habibi pada mu pun aku sudah menyangka bahwa ada sesuatu yang engkau sembunyikan. Engkau menyukai Habibi kan Rin?”, sambar Annisa denga nada yang lebih lantang.
Rina pun masih terdiam seakan-akan tak ingin perasaan itu di ketahui Annisa. Di kejauhan terlihat Rozinah dan Nurul yang sedang mengamati. Lantas mereka pun mendekat mencoba menenangkan Annisa dan menengahi konflik tersebut.
“Aa.. aku tidak menyu...”, jawab Rina tergagap namun terhenti karena annisa menyerobot kata-katanya.
“Apa?! Kau ingin mengelak atas perasaan mu itu? sudahlah jujur saja. Aku pun sudah tak terkejut dengan jawaban mu itu. aku sudah tau kalau kau pasti akan mengkhianati aku! Tega sekali kamu lakukan itu? dasar parasit!!”, sambar Annisa dengan emosi yang sudah tak bisa di bendungnya.
Mendengar perkataan tersebut membuat Rina muak. Ia pun tak kuasa menahan amarahnya dan membalas Annisa dengan kata-kata yang meluap-luap.
“Iya!! Aku memang menyukainya. Aku bahkan ingin merebut ia dari mu. Karena aku mencintainya. Dan aku tak rela melihat ia tersiksa karena hubungan yang ia paksakan. Rasa cinta dia sudah pudar untukmu Cha. Ini semua karena kau yang telah menduakan dia. Ia masih belum bisa menerima kenyataan itu. Hingga akhirnya aku datang untuk menghiburnya.”, elak Rina dengan argumennya yang seolah-olah ingin membenarkan perbuatannya. Ia pun segera berjalan meninggalkan Annisa. Diikuti Nurul yang mengejarnya sekedar mencoba menenangkan hatinya.
Mendengar itu Annisa tak bisa berkata-kata lagi. Mulutnya seakan-akan terkunci rapat oleh kata-kata dari Rina. Dadanya sesak dan terasa penuh karena masih menyimpan emosinya. Rozinah pun dengan segera merangkul Annisa dan mengelus-ngelus punggunganya.
“Sudah Cha. Ikhlaskan saja. Semua sudah terjadi. Aku mengerti perasaanmu, namun tak ada lagi yang bisa kamu perbuat”, celoteh Rozinah yang mencoba menenang kan hati Annisa.
Mendengar perkataan Rozinah, Annisa tak kuasa menahan emosinya. Di peluknya Rozinah dengan erat, lalu ia menangis sekeras-kerasnya hingga membasahi seragam Rozinah. Rozinah pun memeluknya dan sambil tetap mengelus-elus punggungnya dan mencoba menenangkan Annisa. Rozinah pun menitikkan air mata. Berandai-andai bagaimana bila Annisa pun mengetahui perasaannya yang besar terhadap Habibi juga.
***
Mendengar insiden yang terjadi di sekolah Annisa dari Rozinah, Habibi tak dapat berbuat banyak. Ia hanya bisa bertanya-tanya bagaimana situasi yang terjadi pada Annisa saat itu. Habibi pun seakan-akan kebingungan mendengar dampak yang terjadi atas apa yang ia lakukan. Namun Habibi pun tak dapat membendung perasaannya terhadap Rozinah. rozinah pun demikian. Namun mereka terbebani dengan dampak yang akan di timbulkan oleh perasaan mereka berdua. Habibi sadar bahwa bila hubungan dengan Rozinah di lanjutkan, maka konflik pun bukan saja terjadi antara Annisa dengan Rozinah, namun dengan Rina pun. Mengingat bahwa Rina adalah sepupu Rozinah dan begitu berharap Habibi akan menjadi kekasihnya setelah berpisah dengan Annisa.
Namun terlepas dari semua itu, mereka tak dapat membendung perasaannya. Hari-hari mereka lalui dengan komunikasi yang lebih akrab lagi. Mereka pun seakan-akan tak mempedulikan lagi insiden saat itu. Mereka pun tersiksa bila mereka tak dapat menjalin hubungan lebih serius dengan komitmen yang di sanggupi bersama.
Maka hal tersebut pun terjadi juga. Setelah dua minggu insiden tersebut, mereka meresmikan hubungannya. Memang berkesan egois, namun itu semua karena cinta yang begitu besar menyelimuti mereka. Awalnya mereka menyembuikan hubungan tersebutut terhadap Rina dan Annisa. Hingga suatu ketika, dimana Rina melihat Habibi dan Rozinah berduaan di tengah kursi bioskop.
Serta merta Rina menghampiri mereka, dan melabrak dengan gertakan yang meledak-ledak.
“Oo, jadi ini akhir cerita yang kalian rencanakan? Bagus sekali kau memperalat aku untuk berpisah dengan Annisa bee. Namun ternyata kau malah menjalin hubungan dengan Rozinah”
Habibi tak mampu mengelak lagi.
“Hey, apa yang kamu bicarakan Rina? Aku tidak memperalat kamu untuk itu. kamu lah yang ingin membantuku. Aku kira itu kamu lakukan dengan ketulusan”, balas Habibi membela diri.
Sedangkan Rozinah hanya terdiam duduk di kursi itu tanpa tau apa yang bisa sia lakukan untuk menjelaskan perasaannya.
“iya aku memang tulus membantumu. Tapi aku pun berharap jika kau berpisah dengan Annisa kau akan menjadi milikku. Semua sudah aku lakukan untuk itu. bahkan aku sudah menjual arti persahabatan kami. Tapi sekarang kau malah bersama Rozinah. apa kau ingin menghancurkan hubungan persaudaraan kami juga?”, tambah Rina sambil menyeka air matanya.
“Rin aku minta maaf untuk semua ini.aku tak bermaksud melakukan ini. Aku tak tahu perasaan mu pada ku. Aku kira hubungan kita hanyalah sebuah hubungan pertemanan saja. Maafkan aku dan Rozinah jika semua ini hanya melukai hatimu saja”, balas Habibi dengan penuh penyesalan.
Rina tidak menjawab apa-apa. Dia tak kuasa menahan gejolak perasaan ini. Dia hanya bisa menyesali perbuatannya kepada Annisa. Dengan penuh emosi ia langsung berlari dan meninggalkan Habibi dan Rozinah.
Habibi pun mencoba mengejar. Namun tak sanggup baginya untuk menahan Rina. Ia hanya bisa memanggil nama Rina di kejauhan. Lalu ia kembali menemui Rozinah. di dapatinya Rozinah yang tengah tertunduk menangis menyikapi kejadian tadi. Lalu habibi pun merngkunya seraya maykinkannya.
“Maafkan aku Rozinah. aku telah membuat hubungan kalian seperti ini. Aku tak kuasa membendung perasaan cinta aku padamu. Maafkan aku Rina”
“Habibi,apakah aku akan kecewa seperti mereka. Apakah kehancuran hubungan persahabatan kami akan sia-sia?”, jawab Rozinah dengan di iringi isak tangisnya.
Sambil menatap wajahnya, habibi menjwab dengan penuh keyakinan, “Aku tak akan membuat semua ini sia-sia. Aku itak akan membuat kamu kecewa. Aku aka selalu berada di sisi mu. Percaya padaku Roz”
Lalu Rozinah pun memeluk erat Habibi. Ia tak menanggapi pernyataan Habibi. Ia hanya bisa berharap bahwa semua ini tak akan sia-sia. Persahabatannya yang hancur hanya bisa di sesalinya. Ini semua adalah harga mahal yang harus di bayar untuk sebuah hubungan percintaan.
***
Bahasa adalah penggunaan kode yang merupakan gabungan fonem sehingga membentuk kata dengan aturan sintaks untuk membentuk kalimat yang memiliki arti. Namun Bahasa memiliki berbagai definisi diantaranya sebagai berikut:
- Sebagai atu sistem untuk mewakili benda, tindakan, gagasan dan keadaan. Dan juga satu peralatan yang digunakan untuk menyampaikan konsep riil mereka ke dalam pikiran orang lain
Jadi bahasa itu merupakan suatu media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dengan kata lain seseorang yang ingin menyampaikan suatu gagasan, keadaan atau tindakan sekali pun amat memerlukan bahasa agar orang lain mampu memahami maksud dan tujuan orang tersebut.
- Sebagai satu kesatuan sistem makna dan satu ucapan yang menepati tata bahasa yang telah ditetapkan.
Jadi bahasa itu merupakan suatu alat yang amat berguna untuk menyampaikan makna. Dengan struktur yang jelas, artikulasi yang jelas, penulisan yang jelas pula. Dengan begitu suatu bahasa merupakan bentuk dari kesepakatan suatu kelompok tertentu guna beriteraksi antar anggota kelompok tersebut.
- Sebagai satu kode yang digunakan oleh pakar linguistik untuk membedakan antara bentuk dan makna juga merupakan satu sistem tuturan yang akan dapat dipahami oleh masyarakat linguistik.
Bahasa itu erat kaitannya dengan kognisi pada manusia. Maksudnya begini, bahasa adalah fungsi kognisi tertinggi dan tidak dimiliki oleh hewan. Ilmu yang mengkaji bahasa ini disebut sebagai linguistik, atau pakar bahasa.
| Namun Menetapkan perbedaan utama antara bahasa manusia satu dan yang lainnya sering amat sukar. Seorang tokoh bernama Chomsky (1986) membuktikan bahwa sebagian dialek Jerman hampir serupa dengan bahasa Belanda dan tidaklah terlalu berbeda sehingga tidak mudah dikenali sebagai bahasa lain, khususnya Jerman. Jadi meskipun terkadang suatu bahasa itu memiliki dialek yang sama, tetap saja bahasa tersebut memiliki ciri khas tertentu. Dan itu lah yang bisa menjadi patokan untuk membandingkan suatu bahasa yang satu dengan bahasa yang lainnya. |
| |
Unsur dasar bahasa
Suatu bahasa umumnya memiliki unsur dasar bahasa yang dapat berfungsi guna pembentukan bahasa tersebut menjasi suatu bahasa yang terstruktur. Unsur bahasa diantaranya sebagai berikut:
1. Fonem
yaitu unsur terkecil dari bunyi ucapan yang bisa digunakan untuk membedakan arti dari satu kata. Contohnya kata ular dan ulas memiliki arti yang berbeda karena perbedaan pada fonem /er/ dan /es/.
Tapi setiap bahasa memiliki jumlah dan jenis fonem yang berbeda-beda. Misalnya bahasa Jepang tidak mengenal fonem /la/ sehingga perkataan yang menggunakan fonem /la/ diganti dengan fonem /ra/.
2. Morfem
yaitu unsur terkecil dari pembentukan kata dan disesuaikan dengan aturan suatu bahasa. Pada bahasa Indonesia morfem dapat berbentuk imbuhan. Misalnya kata praduga memiliki dua morfem yaitu /pra/ dan /duga/. Kata duga merupakan kata dasar penambahan morfem /pra/ menyebabkan perubahan arti pada kata duga.
3. Sintaksis
yaitu penggabungan kata menjadi kalimat berdasarkan aturan sistematis yang berlaku pada bahasa tertentu. Dalam bahasa Indonesia terdapat aturan SPO atau subjek-predikat-objek. Aturan ini berbeda pada bahasa yang berbeda lainya, misalnya pada bahasa Belanda dan Jerman aturan pembuatan kalimat adalah kata kerja selalu menjadi kata kedua dalam setiap kalimat. Hal yang serup ini pun berbeda dengan bahasa Inggris yang memperbolehkan kata kerja diletakan bukan pada urutan kedua dalam suatu kalimat.
Jadi suatu bahasa itu memiliki sintaks yang berbeda-beda dengan bahasa lainya yang membuat suatu bahasa tersebut memiliki ke khasan denga bahasa lainnya.
4. Semantik
mempelajari arti dan makna dari suatu bahasa yang dibentuk dalam suatu kalimat.
5. Diskurs
mengkaji bahasa pada tahap percakapan, paragraf, bab, cerita atau literatur.
Tahapan perolehan bahasa
Seperti halnya dengan suatu pemrograman yang tersusun decara sistematika, bahasa pun memiliki tahapan perolehan bahasa. Berikut tahapan perolehan dalam bahasa:
1. Cooing atau berbunyi
Tahapan ini dilakukan oleh bayi di seluruh dunia, tidak terpengaruh pada jenis bahasa yang ada disekitarnya. Bayi yang tuna rungu pun melakukannya. Biasanya terdiri atas bebunyian dari huruf hidup.
2. Babbling atau bergumam
Tahapan ini menunjukkan kecenderungan bayi untuk mengeluarkan berbagai jenis fonem yang digabung antara huruf hidup dan konsonan. Pada tahap ini suara babbling terdengar sama pada bayi berbahasa apapun.
3. Ujaran satu kata
Tahapan ini menunjukkan kecenderungan bayi untuk mengeluarkan fonem yang berguna pada bahasanya, baik huruf hidup maupun konsonan. Bayi Jepang tidak akan mengeluarkan fonem /la/. Pada saat ini bayi mulai mengeluarkan satu kata.
4. Ujaran dua kata dan penuturan telegrafik
Tahapan ini berlangsung pada usia 1,5 - 2,5 tahun, dimana bayi dan balita mulai menggabungkan dua atau tiga buah kata. Pada saat ini anak mulai belajar memahami sintaks.
5. Struktur dasar kalimat dewasa
Tahapan ini mulai muncul pada usia 4 tahun. Ditunjang oleh pertambahan perolehan kosa kata yang meningkat secara eksponensial
Bahasa buatan
Ada beberapa bahasa artifisial (buatan) yang dikenal. Salah satunya adalah bahasa Esperanto. Bahasa ini diciptakan oleh L. L. Zamenhof di mana bahasa ini merupakan paduan dari berbagai unsur bahasa, khususnya bahasa-bahasa Roman yang dicampurkan dengan unsur-unsur Bahasa Slavia dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, serta digunakan untuk mempermudah pembelajaran bahasa karena kesederhanaan tata bahasanya.
Bahasa-bahasa artifisial lainnya yang disebut conlang (constructed language) antara lain adalah Bahasa Interlingua dan Bahasa Lojban.
Sebagian pakar bahasa, seperti J.R.R. Tolkien, telah menciptakan bahasa rekaan, untuk tujuan di bidang sastra . Salah satunya adalah bahasa Quenya, yakni satu bentuk bahasa yang dipakai oleh kaum Elvish. Quenya mempunyai abjad dan istilah tersendiri serta dapat digunakan oleh manusia. Di samping bahasa Quenya, juga diciptakan bahasa Klingon yang pernah dipakai dalam film Star Trek.
Menerjemahkan bahasa
Bahasa manusia yang berbeda-beda menyebabkan manusia mencoba untuk mengungkapkannya dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan menggunakan komputer untuk menerjemahkan satu bahasa ke bahasa lainnya. Perangkat demikian dikenal sebagai "Mesin Penerjemah".
Mesin Penerjemah merupakan hal yang sangat diidam-idamkan oleh para pakar komputer sejak awal. Pada mulanya mereka memperkirakan, bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah. Akan tetapi, hal tersebut ternyata sulit dalam pelaksanaannya, sehingga para pakar komputer tersebut putus asa. Meskipun demikian, di masa sekarang ini beberapa perangkat penerjemah telah dijual secara komersial di pasaran. Namun perangkat tersebut masih memiliki kekurangan-kekurangan dalam pengaplikasiannya. Tapi dikarenakan perkembangan teknologi system informasi yang sangat pesat, suatu saat perangkat penerjemah tersebut akan menemui suatu titik dimana peangkat penerjemah ini dapat menembus titik akhir kesempurnaan. Sehingga seseorang akan mendapatkan kemudahan dalam menerjamahkan suatu bahasa ke dalam bahasa yang dapat di mengertinya.
Sistem informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem informasai sangat diperlukan dalam suatu organisasi agar suatu organisasi tersebut dapat menjalani aktivitasnya guna mencapai tujuan-tujuan yang telah disepakati sebelumnya.
Sistem Informasi yang di dalamnya terdiri dari sekumpulan hardware, software, brainware, procedure dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral juga berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat baik dalam bentuk gambar, suara, maupun tulisan guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
Bayangkan saja bagaiman bila suatu organisasi tidak memiliki suatu system informasi, tentu saja organisasi tersebut akan mengalami kendala dalam memecahkan masalah dan pengambilan keputusan karena tidak adanya suatu data yang diolah guna meberikan informasi agar pengambilan keputusan dapat di ambil dengan segala pertimbangan yang baik karena adanya system informasi. Karena system informasi melakukan proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu
Sistem informasi memiliki sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.
Sistem informasi juga memiliki kumpulan antara sub-sub sistem yang saling berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
Sistem informasi pun memiliki keterkaitan dengan suatu ilmu tertentu. Contohnya system informasi manajemen. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan yang baik merupakan suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan.
Dewasa ini system informasi berkembang sangat pesat seiring perkembangan teknologi yang juga berkembang amat pesatnya. Jadi seseorang di belahan dunia yang satu dengan seseorang yang berada di belahan dunia lainya kini sudah dapat saling berinteraksi memberikan atau menerima informasi dengan mudah yang dahulu mungkin dianggap amat mustahil untuk dilakukan. Contohnya dalam situs jejering internasional FACEBOOK.
Namun kemajuan ilmu teknologi saat ini pun tak lepas dari penemuan-penemuan oleh peneliti terdahulu yang amat penting hasil risetnya guna perkembangan teknologi sekarang ini. Seperti Mark Zuckerberg, pendiri situs jaringan pertemanan facebook, mungkin akan tetap menjadi mahasiswa biasa-biasa saja tanpa ketiga ilmuwan peraih hadiah Nobel bidang fisika 2009. Temuan Charles Kuen Kao, Wilard Boyle, George Smith, ketiga fisikawan tersebut telah memainkan peran penting dalam membentuk teknologi informasi modern.
Tanpa serat kaca optic dan sensor citra digital yang para fisikawan tersebut, Zuckerberg tidak mungkin mendirikan facebook, yang kini digunakan oleh 300 juta orang di dunia. Tanpa temuan tersebut takkan ada internet berkecapatan tinggi dan kanera digital yang menghubungkan dan membuat orang dari berbagai belahan dunia dapat berbagi cerita, foto, dan video di situs tersebut. Semua itu tak luput atas jasa Charles K. Kao, pria berkebangsaan inggris-amerika yang lahir di shanghai yang menemukan cara untuk mentransmisikan cahaya dalam jarak jauh hingga puluhan kilometer melalui serat kaca optic.
Kao menemukan bahwa kendala hilangnya cahaya ketika bergerak dalam serat kaca bukanlah ketidaksempurnaan serat, melainkan kacanya yang harus dipurifikasi. Empat tahun kemudian , serat kaca yang ultra murni pun di produksi dan masalah pun di pescahkan. Jadi serat kaca low-loss ini memfasilitasi komunikasi broadband dunia seperti internet. Teks, music, gambar dan video dapat ditransfer keseluruh dunia dalam hitungan detik.
Lalu diteruskan Willard Boyle seorang warganegara kanada-amerika, dan George Smith dari amerika serikat karena menemukan cara mengubah cahaya menjadi sinyal elektronik. Sensor citra digital itu meretas jalan bagi teknologi pencitraan.
Mereka menemukan teknologi pencitraan dengan memakai sebuah sensor digital atau charge-coupled device (CCD). CCD merevolusikan fotografi karena cahaya dapat di tangkap secara elektronik dan bukan menggunakan film.
Temuan ketiga ilmuwan tersebut memungkinkan informasi dalam jumlah yang luar biasa besar dikirim keseluruh dunia hamper pada saat itu juga. Triliunan sinyal dikirim lewat serat kaca halus yang panjangnya melebihi satu miliar kilometer, yang cukup untuk mengelilingi planet ini lebih dari 25 ribu kali.
Pengaruh penemuan-penemuan tersebut amat besar bagi perkembangan system informasi zaman sekarang. Mulai dari youtube sampai teleskop antariksa hubble, semua perangkat itu kini menjadi jantung kamera dan video digital.
Jadi dengan adanya penemuan tersebut serta pengaplikasiannya dalam system informasi amat membantu dalam sebuah organisasi. Sehingga suatu system informasi menjadi suatu komponen yang amat penting guna pencapaian tujuan suatu organisasi. Apalagi sistem informasi kini lebih dimudahkan karena penemuan-penemuan tersebut yang memungkinkan terkirimnya data sngan waktu yang sesingkat-singkatnya.